Kampung halamanku, Tana Paser


Paser merupakan sebuah kota yang terletak di ujung kalimantan timur yang berbatasan langsung dengan banjarmasin, kalimantan selatan. Paser didirikan pada tahun 1959. Nama Tana Paser sendiri memiliki arti yang sangat mendalam. Tana yang berarti "Tanah" yang berarti tempat hidup atau tempat tinggal. Sedangkan Paser yang memiliki 2 suku kata yaitu "Pa" berarti terang benderang dan "Ser" yang memilki arti keinginan, harapan, dan kemauan. Dari penjelasan tersebut kita bisa simpulkan bahwa arti dari Tana Paser yaitu suatu harapan untuk menjadi lebih baik dari masyarakat Kabupaten Paser dalam kehidupan yang cemerlang, menuju masyarakat yang agamais, sejahtera, dan berbudaya.

Di Paser sendiri terdapat banyak sekali tempat  wisata, contohnya yaitu museum, air terjun, dan goa tengkorak.

1. Museum Sadurengas
 
Museum Sadurangas merupakan museum yang dahulu merupakan istana kesultanan Paser. Bangunan ini berbentuk rumah panggung dengan ciri khas ukiran-ukiran yang bermotif sulur-suluran dan kaligrafi huruf arab. Berbagai koleksi benda-benda kuno dapat dilihat di tempat ini, diantaranya : Al-Qur'an tua bertulis tangan, tempayang guci kuno peninggalan dinasti yuan, alat-alat rumah tangga, alat-alat kesenian, dan pakaian sultan paser. Di dalam museum ini terdapat juga rangkaian ikan paus bongkok dengan panjang sekitar 15 meter yang ditemukan warga Desa Selengot. Di samping museum terdapat masjid tua bernama Nurul Ibadah. 

2. Air Terjun Doyam Seriam

Air Terjun Doyam Seriam ini merupakan salah obyek wisata yang paling indah di Kabupaten Paser. Obyek wisata ini terletak di Desa Modang tepatnya kurang lebih 20 Km dari Kecamatan Kuaro. Lokasi air terjun Doyam Seriam berada di suatu ketinggian dikawasan Gunung Bule yang berbatasan langsung dengan pedalaman Desa Rantau Buta Kecamatan Batu Sopang. Selain Panorama Air Terjun, para pengunjung juga dapat menikmati keindahan bunga anggrek yang dapat dijumpai disepanjang jalan dan disekitar lokasi air terjun.

3. Goa Tengkorak 

Goa Tengkorak. mendengar namanya saja kita sudah bayangkan bagaimana hal hal mistis yang terjadi disana. Dan itu memang benar faktanya. Sebuah goa yang yang isinya pemandangan tumpukan tengkorak dan tulang -benulang manusia. Sejarahnya dahulu masyarakat tidak mempunyai agama tetapi mempunyai keyakinan adat istiadat yang dipegang mereka yang sebelumnya telah dimusyawarahkan. Salah satunya yaitu ketika ada salah satu masyarakat yang meninggal, mayat nya akan dimasukkan ke dalam peti mati yang disebut "lungun". Setelah 2 tahun didiamkan di dalam peti mati tersebut, mayat akan dibersihkan lalu di selamatan. maksud dari selamatkan ini yaitu mayat akan dikumpulan menjadi satu. Bahasa Agama Islam saat ini disebut membatur atau membuat sebuah nisan. 

Kita beranjak dari wisata-wisata yang ada di Kabupaten Paser. Sekarang kita masuk ke bagian bagaimana kehidupan masyarakat di Paser ini sendiri. Masyarakat Paser sangat rukun sekali. Setiap setahun sekli tepatnya pada saat merayakan ulangtahun Kabupaten Paser, pemerintah kabupaten paser selalu mengadakan festival kebudayaan paser. Contohnya yaitu pawai batik paser, tari daerah paser, lomba menyanyikan lagu paser, dan pameran batik paser. Selain itu, sekitar tahun 2015, dibawah pemerintahan bupati H. Ridwan Suwidi, Kabupaten Paser di ubah menjadi warna ungu, mulai dari kantor pemerintahan, rumah sakit, dan mesjid agung. Alasan di ubah menjadi warna ungu karena beliau menyukai warna ungu dan ingin merubah kabupaten paser menjadi ungu selama masa bakti beliau. 

Sekian informasi dari saya tentang Kota Tana Paser. Semoga Bermanfaat.





Berikut Sedikit Cuplikan Kota Tanah Paser.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Farmasi UMM

Mengapa harus UMM?

Fasilitas apa saja yang ada di UMM?